Kamis, 06 Juni 2013

Demi nama Allah yang maha besar

"Berawal dari sebuah pertemuan di dalam alam yang berbeda menemui rasa bimbang dan ragu apakah itu nyata atau hanya gejolak-gejolak ego seorang manusia biasa yang mendambakan hidup layak dari sesosok bidadari di dalam mimpi... Katakanlah: "aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-makhluk-NYA dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita sihir yang menghembus pada buhul-buhul. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki"..... Tepat sekali pada tengah malam di waktu menjelang subuh di waktu bulan menampakkan wajah sempurnanya dan air danau itu membias sinar memantulkan sebuah wajah 5000 tahun yang lalu pernah hidup di jamanya. Hai gadis kenapa engkau ada di sini? Bukanka engkau yang dulu pernah hidup di jaman itu, tapi kenapa bisa ada di sini? Tanyaku kepadanya. Tetapi dia hanya memperlihatkan senyum indah ketika angin malam menghembus membelai rambut hitam panjang yang nampak serasi dengan senyum tanpa bicara sepatah katapun. Bukankah aneh jika di tengah malam yang gelap gulita di bawah sinar bulan duduk sendirian sesosok wanita secantik itu? Tetapi di sisi lain hatiku berkata: "ALLAH pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, maka (cukuplah) mengatakan kepadanya jadilah! Lalu jadilah ia". Aku mencoba menawarkan hatiku padanya dengan penuh ketulusan dan harapan tetapi ia berubah 99% dari yang aku bayangkan, ternyata penantianya itu bukan untukku melainkan untuk kekasihnya manusia yang paling mulia di muka bumi ini. Ia berkata: "siapa dirimu? Apakah kau bisa menandinginya? Lihatlah kekasihku itu yang sedang aku nanti, wajahnya indah seperti pantulan cahaya bulan dan kewibawa'anya melebihi keberada'an bulan itu sendiri". Demikianlah awal kejadianya". (1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar